IT'S ABOUT ANOTHER WORLD (CHAPTER 5)
author : Ichijou yuuga
cast : Chocoretto,versailles,alice nine,vampire knight chara
rat : PG 13
genre : adventure,Mystery
disclaimer : Chocoretto is not my own,vampire knight,alice nine,gazette,gackt,versailess is not my own too,but this story is MINE.
Dunia baru bagi seorang vampire pendatang baru..
"jelaskan padaku tentang sekolah ini.."
tanya hiro kepada munade-sang wakil ketua osis- yang sedang sibuk berkeliling sambil membaca sebuah novel ditangannya. menoleh sebentar kearah hiro yang sedang sibuk mengamati castil yang sebenarnya adalah sekolah para vampire itu, munade berdehem pelan.
"bagian mana yang akan ku jelaskan?"
tanya nya singkat. hiro mencibirkan bibirnya,baru saja dia berpikir bahwa munade orang yang sangat ramah,ternyata pria cantik ini punya sisi lain dari dirinya ketika dia sudah memegang sebuah buku.
ini hari pertama hiro di crescent gakuen. dia dikirim aoi-raja vampire- sekolah disini untuk melatih kemampuan vampirenya serta mengendalikan naluri 'pembunuh' yang ada di dalam dirinya.
hari pertama yang benar-benar menegangkan sepertinya. baru saja dia memasuki gerbang crescent gakuen bersama munade- sang wakil ketua osis sangar yang sibuk dengan novelnya- yang sedari tadi hanya terpaku dengan novelnya dan suasana begitu hening.
"bisakah kau menjelaskan padaku seluruh isi dari crescent?"
mengernyitkan dahinya kesal,munade menutup novel tebalnya. menyimpankannya didalam tasnya dan menarik hiro ikut dengannya,berkeliling.
"jadi kau berapa bersaudara dikeluargamu?"
tanya hiro lagi-memecah keheningan yang diciptakan munade-.
munade menoleh kearah hiro dengan raut wajah heran,namun senyum mengembang dari wajahnya.
"tiga bersaudara..aku,kakakku dan adik perempuanku.."
"benarkah?"
Setelah ber’o’ ria dengan penjelasan munade barusan,sepertinya hiro berpikir jika mengalihkan pembicaraan adalah ide yang tidak buruk saat ini
“hey,novel apa yang kau baca itu?”
Tanya nya memperhatikan novel yang sedang dipegang oleh munade.
“ah..ini karya R.L.STINE.. fear street.. aku suka novel ini..benar-benar menggambarkan kutukan yang turun temurun..”
Jelasnya singkat dan melanjutkan membaca sambil melanjutkan perjalanan hiro hanya menggelengkan kepalanya kesal..
Munade dan Hiro berjalan melewati koridor yang menghubungkan castle crescent dan asrama revenant tempat peristirahatan para vampire disiang hari ketika tidak ada kegiatan belajar dan mengajar. Disaat itu pula mereka berpapasan dengan sesosok makhluk imut dan ‘bodyguardnya’ yang menatap mereka berdua dengan tatapan aneh. Tepatnya myu dan izmu.
Myu menatap hiro dengan pandangan mata tidak bersahabat. Matanya mengilat memancarkan kebencian yang mendalam terhadap ‘saudara’ tirinya itu.
“sedang apa kau disini?”
Tanya nya sarkatis dan langsung pada inti pembicaraan
“bisa kuluruskan,putra mahkota..dia dikirim oleh yang mulia raja untuk belajar disini..”
“tutup mulutmu,aku tidak sedang berbicara kepadamu..tuan penasehat..”
Ujar myu penuh penekanan. Munade hanya tersenyum dan menaikkan bahunya.
“terserah kau ini putra siapa..yang jelas keberadaanmu disini hanyalah sebuah malapetaka..”
Bisik myu kepada hiro yang hanya menatapnya dengan aura yang hampir sama
“aku kira kita masih punya waktu untuk meluruskan masalah ini ya putra mahkota..
Dengar,aku tidak berada dibawah perintahmu.. jadi apapun yang kulakukan,dikirim kemanapun aku..itu bukan urusanmu..”
Desis hiro penuh penekanan. Myu membelalakkan matanya dan memperhatikan punggung hiro yang sudah berjalan mendahuluinya menyusul munade.
“aku benci anak itu..”
Umpatnya kesal sambil menggigit bibirnya sendiri dengan taring miliknya..
“bagaimana bisa aku punya hubungan saudara dengan orang semenyebalkan dia?”
Umpat hiro kesal, menyingsingkan lengan kemejanya keatas dan menghirup udara malam dikota vampire ini dalam-dalam. Keadaan disini tak membuatnya merasa nyaman.
“itu takdir..”
Ujar sai dengan wajah ‘mengejek’ yang dimaksudnya untuk mencairkan suasana.
“tidak lucu,bodoh..”
Sambut hiro memberikan tatapan ‘death glare’ kepada sai yang disambut dengan tanda peace ditangan nya.
“sebenarnya apa yang dia pikirkan…?kenapa dia begitu dingin padaku..”
“dia hanya merasa belum bisa menyesuaikan diri dengan mu,dan kehidupanmu..”
Menatap munade dan sai bergantian,hiro menunjuk dirinya dengan telunjuknya sendiri.
“aku?kehidupanku?bagian mana dari kehidupanku yang istimewa?”
“kau punya kasih sayang yang sangat banyak disekelilingmu,khususnya ibumu..
Dia tak mendapatkan hal yang seperti itu didalam kehidupannya..”
sai memulai ceritanya tentang myu. Orang yang sudah dikenalnya sedari kecil. Munade dan sai adalah dua orang anak bangsawan yang tumbuh kembang bersama sang putra mahkota kecil.
“ibunya ada dimana?”
“jika kau tanyakan hal ini kepadanya,kau akan dibunuhnya..mommynya,yah..begitulah dia memanggilnya, ada didasar castle istana ini..”
Masih penuh mistery,penjelasan sai benar-benar membuat orang penasaran. Hiro dengan pandangan antusias mendengarkan pembicaraan sai.
“dasar castle?ruang bawah tanah?sedang apa dia disana?”
“dia gila… sehingga dia harus dikurung didalam jeruji besi itu..mungkin untuk selamanya..
penyebabnya sangat dramatis.. dia berselingkuh dengan seorang vampire bangsawan lainnya dari kerajaan Pilharmonic quinted bernama kamijou..kamijou adalah kekasihnya sebelum dia dijodohkan dengan paksa bersama yang mulia aoi…ketika mengandung myu,permaisuri hizaki dan kamijou dipaksa berpisah.. kamijou dibunuh.. dadanya ditancapkan pasak besi dan kini dia terbaring disebuah coffin yang disimpan didalam kerajaan dan hanya segelintir orang saja yang tau dimana keberadaan coffin itu..hizaki-hime juga ingin menyusulnya..namun hal itu dicegah pihak kerajaan karena kehamilannya..
Sejak saat itulah dia menganggap..keberadaan janin yang dikandungnya itu adalah sebuah penghalang cinta baginya dan kamijou… Karena itu, hizaki-hime begitu membenci myu…seberapa sayangnya myu kepadanya..dia tak pernah peduli..dia tetap memandang myu penuh dengan kebencian..”
“mom…”
panggil myu. dia tersenyum lebar dihadapan hizaki diruangan sempit ruang bawah tanah tempat hizaki berada saat ini,sementara izmu hanya berdiri dibelakangnya,menatap pertemuan ibu dan anak ini dengan pandangan datar. hizaki Menatap anaknya dengan pandangan sarkartis-seperti biasa-
“mau apa datang kesini?ingin menertawakan ketidak berdayaanku,begitu kan?”
“kenapa mommy bicara seperti itu..aku bawakan sesuatu..”
myu mengulurkan selimut tebal kearah ibunya.
“buang saja,aku tidak butuh…”
“jangan seperti itu,nanti bisa sakit..”
“PERGI SANA!AKU TIDAK BUTUH!”
Terkejut,myu menjatuh kan selimut tebalnya dan menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.
“benarkah ibu yang telah melahirkanku adalah kamu?kenapa mommy memperlakukanku seperti ini..”
“karena melahirkanmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku…karena kau aku terkurung disini..itu karena mu,myu..karena mu!”
Masih menatap ibunya dengan pandangan mata yang berkaca-kaca, myu menundukkan kepalanya.
“apa yang bisa kulakukan untukmu,agar kau berhenti membenciku,mom…?”
Karena pernyataan myu barusan,hizaki mendapatkan sebuah ide brilliant diotak nya.
Ide yang kejam yang bisa membuatnya terbebas dari jeruji ini..
Dan kembali bersama kamijou..
Ya,
Kamijou..
“kau sayang mommy?”
myu menganggukkan kepalanya
“kalau begitu Bantu mommy keluar dari sini sayang, mereka…kerajaan yang menyebabkan mommy seperti ini..dan kau harus membenci mereka..
Benci mereka hingga kedasar hatimu..
Benci mereka dan buat mereka menyesal telah mengurung ibumu disini,sayang..
Lakukan apapun untuk mommy..
buktikan kalau kau mencintaiku, ibumu..
Setelah aku keluar dari sini,kau akan tau betapa besar kasih sayangku kepadamu..”
Seolah-olah myu telah dirasuki oleh kekuatan iblis..
Atau karena terlalu besar keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu,dia menjadi gelap mata.
Menatap ibunya sambil tersenyum manis, myu mengangguk paham.
“wakatteiru,mommy..”
Mempercepat langkahnya menuju myu yang sedang berjalan mengitari kamarnya sendiri sambil memikirkan rencana pertamanya menghancurkan kerajaan,izmu menarik bahu myu dan menatapnya dengan pandangan serius.
“katakan kalau semua ini bohong…rencana bodohmu untuk menghancurkan kerajaan..”
“bohong?ini memang rencanaku..”
Menggoncang-goncangkan tubuh myu kedepan dan belakang,izmu masih tidak percaya bahwa ‘tuan’ nya akan melakukan tindakan sebodoh itu untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu
“kau hanya diperalat!dia melakukan semua itu agar bisa keluar dari sana dan menghancurkan kerajaan ini untuk kembali kepada kekasihnya,bukan untuk bersama mu..!apa kau tidak memikirkan siapa orang yang sudah merawatmu?ayahmu?teman-temanmu?”
“haaaa…itu urusanmu?dengar, mereka kan sudah punya penggantiku..yang lebih hebat,lebih kuat dari ku.. jadi untuk apa lagi aku disini?hanya untuk menyaksikan bagaimana kasih sayang mereka semua kepada hiro?kalau kau tidak suka..kau pergi saja bersama mereka,biar aku sendiri yang….”
Plak!.
Suara tamparan yang lumayan keras menggema di kamar milik sang putra mahkota,myu.
Dan yang melakukan hal itu adalah orang yang selama ini menjaganya dengan baik. Butlernya sendiri,izmu.
“kau..memukulku..izmu…”
ujar myu geram,menggertakkan giginya,taringnya menyembul dari keluar,izmu mengeluarkan sesuatu dari jasnya.
Sebuah pistol pembasmi vampire,miliknya dulu.
Myu membelalakkan matanya.
“lakukan,lakukan itu dan kau akan selesai ditanganku,myu…”
“kau akan membunuhku?”
myu menatap izmu dengan pandangan sendu nya. Pandangan yang selalu bisa membuat izmu menyerah.
“jika kau bertindak sesuai keinginan ibumu..aku akan membunuhmu..”
“dan membuatmu sendirian lagi,izmu?”
izmu tercekat.
Myu semakin maju kehadapannya
“kau akan sendirian.. tak kan ada yang menemanimu.. kau sendirian,seperti ibuku..”
Myu semakin menatap izmu dengan pandangan memelasnya. Membuat izmu semakin enggan untuk menarik pelatuk itu.
“aku…aku hanya tak ingin kau menyesal pada akhirnya!”
“aku tau apa yang kulakukan..tenang saja..tidak apa,serahkan semuanya kepadaku..
Aku bisa menanganinya…”
Izmu mengangkat pistol itu,kali ini mengarahkannya tepat ke wajah myu
“dan kau melupakan segala kebaikan yang mulia raja dan juga penghuni istana hanya untuk permintaan perempuan itu?”
“dia ibuku!kau tidak tau rasanya menjadi seperti aku!”
Tanpa mengendurkan pegangannya pada pistol itu izmu menatap mata myu sekali lagi.
Tak ada kebohongan disana,dia bisa merasakan sakitnya menjadi myu..
Dia tau rasanya,
Menjadi myu itu sangat sulit.
Izmu menurunkan senjatanya,dia beranjak keluar.
“pikirkan lagi keputusan itu myu,pikirkan lah ayahmu yang sudah bersusah payah menyelamatkan kerajaan ini..”
Ujarnya beranjak pergi dari kamar myu dan membiarkan myu sendirian memikirkan jalan mana yang harus diambilnya.
Mata myu menerawang keatas langit-langit kamarnya, myu sedang berpikir keras.
Dia ingin menyelamatkan ibunya,dia ingin membuktikan kepada hizaki betapa sayangnya myu kepadanya. Hanya itu yang ada dibenaknya saat ini.
“myu ….”
Suara itu sayup terdengar olehnya, sekarang pikirannya menerawang jauh ke memory masa lampaunya..
Disaat tubuhnya masih sangat kecil..
Disaat pipi gembul manisnya masih menghiasinya..
Memory masa lampau yang kini kembali tergali dalam ingatannya..
FLASH BACK
“tuan muda,sebaiknya anda tidak berada disini saat ini..”
Usul kaname, menggendong myu pergi dari ruang pertemuan keluarga kerajaan
“kenapa kaname?apa yang terjadi..?”
Tanya myu dengan wajah polosnya. Kaname hanya tersenyum dan memeluk tubuh kecilnya.
“ibumu sebentar lagi…”
“LEPASKAN AKU!”
teriak seorang wanita yang saat ini sedang di tarik paksa oleh para pengawal istana. My menoleh,samar-samar dia melihat sosok wanita itu.
Dia adalah ibunya..
Ibu yang membencinya,ibu yang dia sayangi..
Hizaki, hizaki yang sedang di kawal dan di seret paksa oleh para pengawal ‘vampire’ istana.
“yang mulia, kami telah berhasil menangkap permaisuri yang mencoba untuk mencuri peti mati kamijou untuk dibangkitkan kembali..”
“baiklah..sekarang biarkan aku yang bicara dengannya…”
Pandangan mata aoi mengilat,rasanya dia akan mencabik hizaki saat ini jika ia lupa kalau hizakilah yang melahirkan anaknya,putra kesayangannya.
“kau…ingin berkhianat dan membangkitkan kekasih mu itu?”
Tanya aoi bernada sarkartis,hizaki hanya menatapnya dengan pandangan muak.
“karena hanya itu yang ku inginkan..”
“dan menghancurkan keluarga ini?”
hizaki tertawa puas
“lantas apa peduli ku?sejak awal aku tak ingin berada disini,bersama mu, dan melahirkan makhluk itu..aku tak pernah mencintaimu..”
“kau pikir aku mencintaimu?kau hanya berpikir hanya hidupmu yang hancur?picik sekali pikiranmu?sekarang kau akan bangkitkan dia dan membuat kesepakatan untuk menghancurkan kerajaan ini?kau berpikir aku sebodoh itu…?”
Aoi mencengkram kerah gaun yang dikenakan hizaki dan membisikkan sesuatu dengannya
“aku tak ingin mengotori tanganku dengan menyiksamu.. tapi perbuatanmu ini memang tak termaafkan,
Sebagai ganti dari kesalahan besarmu.. kau akan ku kurung diruang bawah tanah…
Seumur hidupmu..hizaki..”
Rasanya seperti melihat sebuah adegan film. Myu menyaksikan ibunya di seret paksa keruang bawah tanah. Ia segera melompat turun dan berlari mengejar ibunya. Dengan tangan kecilnya dia meraih gaun sang ibu dan memeluknya. Merasakan hangatnya dengan uraian air mata.
“jangan bawa mommy ku..!”
“pergi…!ini semua kesalahanmu,jika aku tak melahirkanmu aku takkan pernah berada ditempat ini,aku akan bahagia bersama kamijou..!”
seperti sebuah petir yang menyambarnya, myu terdiam di tempatnya berdiri saat ini. Menyaksikan ibunya di bawa pergi didepan matanya.
Ia menangisi nya..
Menangisi ibunya yang membencinya..
Mengutuk dirinya,
Karena kehadirannya lah maka ibunya bisa menjadi seperti ini..
Lalu kemudian, suara langkah kali perlahan menghampirinya. Memeluknya hangat.
“myu..”
“daddy…”
Aoi, dia memeluk myu erat. Membawanya ke gendongannya.
“kau masih punya daddy kan.. daddy menyayangimu…akan menyayangimu melebihi kasih sayang mommy manapun.. karena itu kau tidak boleh bersedih…”
Myu bangkit dari coffin kesayangannya.. rasa bersalah mulai meliputi hatinya.
Benar, sejak awal memang dia selalu bersama dengan ayahnya. Bukan ibunya yang selama ini memberikan kebahagiaan untuknya. Tetapi ayahnya sendiri.
Ayahnya yang menggantikan sang ibu yang membencinya.
“daddy…daddy..”
Panggilnya dengan berurai air mata. Dia berlari,menghambur keluar kamar dan melewati lorong-lorong istana yang sedikit redup cahayanya. Dia ingin memeluk ayahnya,
Memastikan sekali lagi kalau keputusan yang baru saja diambilnya untuk membebaskan hizaki adalah kesalahan besar.
Dia ingin bertemu dengan ayahnya dan meminta maaf untuk pikiran bodohnya..
Dia tau kalau ayahnya sangat menyayanginya..
Dan sekarang myu sampai di depan pintu singgasana ayahnya.
Entah apa yang membuatnya merasa tak sabar dan ingin sekali memeluk ayahnya sekarang..
Perlahan myu menarik nafasnya, mendorong pintu yang telah ribuan kali ia lewati itu dan dia akan menghambur kepelukan daddy tercintanya…
Kriiiiit…
Pintu itu terbuka..
“hiro,bagaimana pelajaranmu tadi?”
“aku sudah bisa berlatih untuk mengendalikan kekuatanku ayah,aku sudah mulai bisa berburu binatang buas bersama munade tadi!”
Tawa seseorang yang dia kenal menghentikan langkahnya.
Myu menghentikan langkahnya karena di dalam ruangan ini sudah ada yang lebih dulu menemui ayahnya,
Dan orang itu bukan dia..
“wah..kau cerdas hiro, mungkin suatu saat kau bisa menjadi pemimpin yang baik!”
Dia melihat daddy-nya sedang mengelus rambut orang lain dihadapannya.
Orang yang katanya kakak laki-lakinya..
Dan orang yang akan menggantikan kedudukkannya..
Orang yang sudah menggeser tempatnya.
Myu berjalan mundur, tanpa menutup pintunya lagi dia melangkah pelan menjauh dari ruangan itu.
Daddy tercintanya sudah menemukan orang baru..
Sudah menemukan pengganti dirinya yang baru..
“aku tidak dibutuhkan..”
bisiknya pelan, rasanya seolah-olah dia sedang ditimpa oleh batu yang beratnya ribuan ton.
Orang yang baru hitungan hari menjadi anggota keluarga kerajaan ini sekarang sudah merebut hati ayahnya.
Menggantikan dirinya yang sekarang tersisihkan..
“lantas,untuk apa lagi aku disini…?”
Myu melangkah kan kakinya dengan marah yang mengepul dikepalanya.
Bahkan lampu-lampu dinding mulai pecah ketika ia berjalan melewati lampu-lampu koridor istana.
Matanya mengilat marah.
Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah satu..
“mommy,I’m coming..for you..”
TBC
*AAAA…tsukareta..akhirnya udah chap 5 juga..
Yaa…chap berikut kayaknya udah mulai perang2an nih…*
CHOCORETTO at Reverb nation
NEWS
CHOCORETTO
New Maxi Single
CRUCIBLE
CHOCORETTO Interview @ Shosenningen.com
Sunday, November 20, 2011
Saturday, October 01, 2011
IT'S ABOUT ANOTHER WORLD (CHAPTER 4)
IT'S ABOUT ANOTHER WORLD (CHAPTER 4)
author : Ichijou Yuuga
cast : Chocoretto,Vampire knight chara,Alice nine,The Gazette,Gackt,my self(chara lain akan muncul) special guest : kohara kazamasa (shou alice9),hizaki and kamijou (versailles)
rat : PG 13
genre : adventure,Mystery
disclaimer : Chocoretto is not my own,vampire knight,alice nine,gazette,gackt,versailess is not my own too,but this story is MINE.
author's note : gomen kalau lama update ya...dan dichapter ini it's such little bit drama..so,enjoy it..maaf yang nggak si tag mungkin lupa saya nya...
song while writting : kanon wakeshima- still doll
Tokyo..
dan sebuah lorong sempit tempat takdir membawa hiro sampai ke 'dunia lain' yang kini bagaikan sebuah beban berat yang mengisi kepalanya.
vampire..
sepertinya kata-kata itu selama dua hari ini menjadi topik terhangat sepanjang hidup hiro.
rasanya makhluk penghisap darah yang hanya ada didalam novel dan film ini secara tiba-tiba terealisasikan menjadi wujud-wujud para vampire yang kini masuk kedalam hidupnya.
termasuk dia, Hiro..
" ini daerah rumahku.."
ujar hiro malas di ikuti oleh 'gerombolan' vampire yang masih dengan semangat melangkahkan kakinya di sepanjang jalanan menuju flat hiro.
"wah...!aku ingin melihat bagaimana biasanya manusia itu tinggal!"
pekik myu senang-rasanya barusan saja dia mengamuk dan begitu saja melupakan masalahnya-
"kampungan.."
celetuk hiro kesal tanpa mengalihkan pandangannya kearah jalan yang kini akan membawanya pulang.
"daddy!coba lihat...dia mengatakan kalau aku kampungan!"
myu menggoncang-goncangkan lengan sang ayah yang sepertinya sudah tidak sabar untuk segera tiba dirumah hiro.
"hentikan myu...jangan bertingkah seperti anak kecil.."
myu terdiam,sepertinya saat ini perhatian ayahnya sudah tak lagi sepenuhnya untuknya. myu tersenyum lebar.
"aku mengerti,daddy.."
bisiknya pelan dan menyembunyikan dirinya dibalik tubuh izmu.
membiarkan 'rombongan' vampirenya berjalan mendahuluinya.
menempelkan kedua tangannya dipunggung bodyguard setianya,dia tersenyum miris
"daddy akan segera melupakanku..persis sama seperti dia melupakan mommy..."
===================================================================
menarik napas panjang,hiro mencoba meyakinkan dirinya lagi.
benarkah langkah yang akan dia ambil. menolehkan wajahnya- memperhatikan 'tamu tak diundang' yang sedang menatapnya dengan wajah penasaran- hiro menghela nafasnya sekali lagi sebelum seseorang mendahuluinya dari dalam dengan membuka pintunya..
"HIRO niichan!"
pekik seorang pemuda berwajah cantik yang segera memeluknya dengan erat sampai hiro berteriak agar seseorang menyelamatkannya dari cengkraman pria ini.
"kazamasa!"
"kau kemana saja?!"
jeritnya kesal, raut wajah ketakutan,terharu dan penuh dengan ke legaan menghiasi pertemuan mereka kali ini. tersenyum dengan rasa bersalah, hiro mengacak pelan rambutnya.
"terlalu panjang untuk kau pahami,terlalu panjang untuk kau dengar,kazamasa."
"niichan...!aku akan mendengarkannya..eh...mereka ini...peserta coseplay?"
tunjuk kazamasa kearah para Vampire yang sudah menunggu didepan flat kecil didepan rumah hiro.
"mereka bukan coseplay... kau tidak akan mengerti...ah,maaf jika membuat kalian semua berdiri didepan sini..silahkan masuk,maaf jika rumah ku sangat sempit.."
melangkah masuk kedalam rumahnya. hiro tak mendapati sang ibu berada di ruang tamu sebagaimana biasa ia dapati ketika ia pulang kuliah ataupun part time.
dalam benaknya muncul perasaan bersalah. dia sedang membayangkan jika ibunya sedang berdoa sambil tertidur didepan altar rumahnya karena cemas menanti hiro.
menatap sebuah ruangan yang tertutup sebuah gorden putih, hiro melangkahkan kakinya menuju ruangan itu.
membuka pelan gordennya, dan mendapati sang ibu tertidur dengan posisi melingkar didepan altar kecil dirumahnya.
"ibu.."
panggilnya pelan,menyentuh pundak sang ibu yang bergetar karena hembusan nafasnya yang tertidur.
"ibu...okaeri.."
mengerjapkan matanya, perlahan mata indah itu terbuka..
mendapati sang anak yang ada dihadapannya, ibunya-uruha- berteriak bahagia.
"Tuhan! hiro,kau kemana saja?"
uruha memeluk hiro erat, seolah besok dia takkan pernah lagi bertemu dengan putra semata wayangnya itu.
"ini kisah yang panjang dan menyulitkan,ibu.."
"apa maksudnya?"
melepaskan pelukkannya,mata uruha terpaku kepada sosok lelaki yang berdiri didepan pintu altar di flat kecil keluarga hiro.
dia membelalakkan matanya mendapati orang dimasalalunya muncul secara tiba-tiba dihadapannya.
"aoi...?"
dan sepertinya pertanyaannya kepada hiro barusan akan segera terjawab...
====================================================================
dua orang pemuda berwajah pucat dan berpakaian prajurit melewati sebuah lorong curam di bawah castle kerajaan Chocoretto. dengan membawa sebuah nampan berisi secangkir darah segar terlihat dihidangkan dengan hiasan emas ditiap lapisan cangkirnya. sepertinya tempat gelap dan lembab yang mereka lalui ini jarang dilalui oleh para penghuni istana. tak jauh dari sana terdengar suara sebuah selo yang mengalun indah ditelinga kedua prajurit istana itu.
"hey, Kouki..kau dengar tidak?"
"suara selo itu?aku dengar leda... suara yang dimainkan oleh permaisuri Hiza memang selalu mengalun indah.."
leda dan kouki melangkahkan kakinya mendekat kearah sebuah ruangan berjeruji diujung lorong panjang di ruang bawah tanah istana.
seorang wanita sedang mengalunkan sebuah lagu bersama dengan permainan selo nya yang mengagumkan.
"Hi miss Alice
Anata garasu no me de
Donna yume wo
Mirareru no?
Miirareru no?
Mata atashi
Kokoro ga sakete
Nagare deru
Tsukurotta
Sukima ni sasaru
Kioku tachi
Hi miss Alice
Anata kajitsu no kuchi de
Dare ni ai wo
Nageteru no?
Nageiteru no?
Mou atashi
Kotoba wo tsumugu
Shita no netsu
Samekitte
Mederu outa mo
Utaenai
Still you do not answer
Still you do not answer "
"yang mulia permaisuri..."
suara itu terhenti, dari balik ruangan berjeruji, seorang wanita cantik berpakaian ala wanita eropa abad renainsance itu menatap kedua prajurit kerajaan itu dengan pandangan misterius.
menyunggingkan senyum tipisnya,ia memeluk selo besarnya dengan kedua tangannya.
ia hanya tersenyum.
senyum yang penuh dengan mistery..
senyum yang penuh dengan kebencian..
matanya mengilat tajam, membuat kedua prajurit itu menahan rasa takutnya.
"kami membawakan makanan untuk anda..permaisuri hizaki.."
wnaita itu berhenti tersenyum, ia meeletakkan selo nya begitu saja di lantai dingin disana. kemudian berjalan pelan menuju arah kouki dan leda yang berada diluar jeruji besi yang kini dihuninya..
selama tujuh belas tahun...
wanita itu tersenyum lagi setelah kini berada dihadapan para prajurit itu. kouki mengulurkan tangannya ke arah sebuah celah bersegi empat yang di buat khusus untuk memasukkan makanan kedalam jeruji besi itu tanpa membuka pintunya. kouki mengulurkan tangannya.
BANG!
wanita itu menangkap kasar lengan kouki, membuat kouki tak sengaja tersentak dan menjatuhkan makanannya,tepat didepan wanita yang bernama hizaki itu.
kouki mengeluarkan tangannya dari sana dengan ekspresi keterkejutan yang luar biasa.
"KOUKI!kau menjatuhkan makanannya..!"
teriak leda menepuk dahinya kuat.
"ah...permaisuri hizaki..maafkan aku!"
hizaki hanya tersenyum, dia kemudian menunduk kearah meja tempat tumpahan darah itu. kemudian menjulurkan lidahnya,
menjilati darah yang terus mengalir tumpah di meja itu..
"permaisuri....maafkan aku..."
masih dengan bibirnya yang penuh dengan darah,ia tersenyum.
"maaf aku mengagetkanmu..."
ujarnya pelan, setelah menjilat habis 'makanannya'
"terima kasih makanannya..pergilah.."
"tapi....tapi saya..."
senyum itu kini sirna,digantikan dengan kilatan amarah yang terpancar dari mata biru terangnya.
dengan taring yang mencuat itu ia menghambur kearah jeruji besi itu.
"PERGI KATAKU!"
baru saja dia ingin menhentakkan tangannya di antara palang-palang besi yang berdiri kokoh itu.
hizaki menghentikan tindakannya.
ia ingat tentang apa yang ada didalam besi-besi raksasa itu.
ia ingat ketika terakhir kali ia melakukan hal itu.
seluruh tenaganya hilang, energy listrik yang dialirkan ke besi-besi itu membuatnya tak bisa melakukan apapun.
dengan segera kouki dan leda pergi dari hadapan hizaki.
"kalian semua sama saja....busuk...
kalian semua akan kuhancurkan..."
====================================================================
"aoi...?"
panggil uruha sekali lagi. mereka hanya terdiam selama beberapa saat sebelum hiro memecahkan keheningan yang sedang terjadi.
"ibu mengenalnya?"
uruha hanya menganggukkan kepalanya. rasanya sesuatu baru saja membuatnya seperti orang bodoh saat ini.
"dia ayahku?"
lagi, dengan pertanyaan yang dilontarkan hiro kepadanya membuatnya semakin tak dapat mengatakan apapun. rasanya baru saja dia tertimpa oleh sebuah batu besar yang menghantam langsung kedalam hatinya.
"ibu...?jawab aku.."
"dia...."
kalimat uruha terputus, dia menarik nafas panjang sebelum mengatakan kenyataan yang sebenarnya sudah terungkap beberapa jam yang lalu yang masih saja tidak dipercayai oleh hiro sendiri.
"ayahmu... dia ayahmu.."
rasanya hiro merasakan hal yang sama dengana ibunya saat ini.
bagaimana bisa,
dia seorang yang biasa saja, dari keluarga biasa dan dia merasa tak ada yang istimewa didalam dirinya,ataupun ibunya atau juga orang yang selama dua puluh tahun ini berada disekitarnya.
tapi coba lihat,
ayahnya seorang vampire.
"uruha... sudah lama sekali ya.."
uruha tertawa sarkartis, dia segera beranjak kehadapan orang yang pernah mengisi masa lalunya itu dan menatapnya dengan tatapan tidak senang.
"ya,kau benar. dua puluh tahun...ya,dua puluh tahun kita tidak berjumpa. dan kau...datang dengan seenak jidat menemui ku dan anakku..dan mengatakan 'sudah lama sekali' begitu...?
apa kau masih merasa menjadi seorang ayah?kau ayahnya?apa yang kau kerjakan dua puluh tahun ini?jika kau tidak berpikir tentang semua itu,jangan pernah berpikir kalau putraku itu adalah anakmu..!"
uruha berbicara panjang lebar dengan satu tarikan nafas,rasanya kekesalannya memuncak melihat orang yang ada dihadapannya kali ini.
rasa sakit ditinggalkan selama dua puluh tahun membuatnya enggan berbasa- basi atau menyambut 'suami' nya dengan senyuman.
para penonton- myu,izmu,gackt,munade,sai,kazamasa dan hiro- hanya menatap dengan pandangan bodohnya kearah dua orang yang harusnya melepas rindu itu.
"aku...."
"apa?apa yang akan kau katakan?aku merasa bersalah,maafkan aku.. begitu?bawa pulang maafmu,aku tidak butuh...!dan, oh..apa yang kau lakukan disini sekarang?kau mau mengadakan acara kabaret dirumahku?kemana kau bawa putra ku selama dua hari ini...?kau menyakitinya ya?kau bawa dia ke istana mu itu dan kau...kau telah merubah putraku?ayo katakan sesuatu...!"
"bagaimana bisa aku bicara kalau kau terus mencela pembicaraanku!"
uruha tertawa geli,kemudian raut wajahnya kembali serius.
"aku sudah bisa menebak apa yang kau katakan,jadi kau tidak perlu membuang energy mu untuk mengulangnya! cepat katakan padaku,apa yang sudah kau lakukan kepada hiro!"
uruha berkacak pinggang,semua orang merasa sedang menonton opera atau dorama tv saat ini.
dengan aoi dan uruha sebagai aktor dan aktris utamanya.
dan konflik yang terjadi diantara mereka.
"maaf..ibu,bisa kupotong pembicaraan hangat kalian berdua sementara?
aku hanya ingin bilang selama dua hari ini aku terombang-ambing didalam hidup yang tidak jelas,tidak masuk akal dan seperti dongeng sebelum tidur anak berumur lima tahun..dan ini membuatku mual,dan ternyata setelah tau kalian berdua telah berkumpul lagi...kenapa kalian bertengkar dan tidak memberikan penjelasan kepadaku siapa aku,siapa orang yang mengaku sebagai ayahku ini...dan mengapa aku.....vampire.."
satu kata terakhir yang diucapkan hiro membuat uruha tercengang. sebuah fakta yang sudah dua puluh tahun ini ia simpan rapi didalam otaknya.
sebuah fakta yang ia akan simpan sampai dia mati sekalipun terungkap sudah..
kenyataan bahwa putranya adalah keturunan seorang vampire...
"hiro sayang...ibu... ibu bilang itu tidak benar..."
"jangan berbohong ibu... akulah pembunuh yang akhir-akhir ini menewaskan pelaku kriminal yang akhir-akhir ini marak diberitakan..aku yang menggigitnya..aku vampire ibu..."
rasanya kedua lutut uruha lemas.
dia merasa seperti begitu saja tersedot kedalam alam mimpi dan mimpi ini sangat buruk.
buruk sekali.
"katakan pada ibu, itu semua tidak benar hiro.."
"tapi itu kenyataannya!aku melihatnya sendiri...ah,maksudku bersama izmu!"
sambung myu menambah duduk permasalahan.
"aku vampire kan ibu.... itu sebabnya aku tak pernah bisa tidur dimalam hari,
aku tak pernah suka dengan cahaya matahari dan aku senang dengan darah... iya kan...?"
uruha diam seribu bahasa, dia berharap seseorang memukulnya saat ini. membangunkannya dari mimpinya.
tapi ini bukan mimpi,ini kenyataan.
"bisakah kalian ceritakan kepadaku sekarang tentang siapa aku sebenarnya?aku butuh penjelasan,bukan penyesalan..."
ujar hiro,dia menarik lengan ibunya dan membawanya kedalam pelukannya.
terlihat sekali kalau sang ibu sekarang ini sedang shock berat.
"sebaiknya kita bisa menunggu sampai keadaan sedikit lebih tenang,benarkan?"
gackt menengahi kisah mengharukan pertemuan keluarga itu.
beberapa jam berlalu,sekarang mereka semua sudah berkumpul disebuah ruangan tamu yang berukuran tak lebih besar dari kamar myu di kerajaan chocoretto. mereka menghabiskan waktu menenangkan diri dan pikiran masing-masing disana.
"baiklah hiro... sekarang akan kuberitahu kenyataannya.."
ujar uruha pelan, dia masih berada dipelukan hiro saat ini. tubuhnya mendadak melemah karena terlalu shock memikirkan semua ini.
"iya,ibu..."
"kau adalah putra aoi.. seorang vampire darah murni dari kerajaan chocoretto..."
seolah tidak kaget lagi-karena sejak terperangkap dikerajaan chocoretto,hal ini berulang kali hiro dengar- hiro hanya mengangguk mengerti dan berharap ibunya melanjutkan ceritanya.
"kami menikah 21 tahun yang lalu tanpa mengabaikan status nya yang telah bertunangan di kerajaannya dan mengabaikan siapa jati dirinya sebenarnya..
kami menikah karena saling jatuh cinta, ya.. usia ku masih sangat muda saat itu.. dan aku tak pernah memikirkan dengan detail bagaimana masa depanku...
karena itu... keluargaku yang menentang pernikahan kami mengusirku dari rumah..mereka telah menghapus aku dari ingatan mereka sebagai anggota keluarga..
berapa banyak hal yang sudah ku korbankan..."
menarik nafasnya panjang,uruha menatap wajah aoi yang duduk disebrangnya dengan pandangan yang tidak dapat dijelaskan. kilatan air mata mulai menggenangi mata indahnya sementara aoi,
dia hanya duduk diam,terpaku tanpa bisa mengatakan apapun.
"aoi vampire,itu sebabnya mengapa kau tidak pernah bisa tidur dimalam hari..hiro..
itu sebabnya tanpa tau alasannya kau sangat senang dengan warna merah khususnya darah..
dan itu sebabnya kulitmu lebih pucat dibandingkan teman-temanmu..
dan kau..tampan.. itu cirikhas vampire bukan? penampilan dan pesona yang tidak terelakkan lagi.."
hiro tersenyum.
"ya,vampire memang tampan..llihat saja aku.."
sai memecah keheningan dan mendapat sambutan tatapan kubunuh-kau-setelah-pulang-dari-sini oleh munade.
"kemudian kebahagiaan yang baru saja diraih itu hilang.. ketika kau lahir dan usia mu menginjak 6 bulan tiba-tiba saja aoi menghilang.. dia menghilang begitu saja,aku tak mendapati dia dimanapun..aku sendirian..hanya ada aku yang harus menghidupi putra immortalku sendirian karena ayahnya tidak ada disampingnya lagi..."
ujarnya,kilatan amarah tiba-tiba saja terpancar dari wajah uruha ketika menatap aoi
"biar kuluruskan.. saat itu aku di paksa pulang oleh pihak keluargaku karena aku harus segera
menikahi hizaki dan memberikan keturunan bagi keluarga kerajaan..agar kelak anakku dapat memimpin kerajaan setelah aku.."
aoi melakukan pembelaan diri
"dan meninggalkan keluargamu disini begitu saja?oh..aoi,tahu kah kau betapa sulitnya hidup kami selama 20 tahun kau tinggalkan?kenapa kau tidak pernah berpikir realistis sekali saja dalam hidupmu dan menganggap kami ini lebih berharga dari apapun didunia ini?"
uruha berujuar sarkartis lagi,rasanya dia muak dengan pembelaan aoi yang terang-terangan dan menyudutkan dirinya.
"lihat putraku,dia tidak bersenang-senang seperti yang dilakukan pemuda seusianya..dia bekerja siang malam karena menghidupi keluarga kami..harusnya dia tak melakukan itu..
kau tau,penyesalan terbesar dalam hidupku adalah bertemu denganmu... ya,
dan membuat putra kesayanganku menjadi menderita seperti ini... "
meremat bajunya sendiri,myu menggigit bibirnya pelan. entahlah,perkataan uruha barusan seperti menohok hatinya. izmu hanya menatapnya dengan pandangan iba dan berusaha menutupi ekspresi wajah myu yang sedih dengan membiarkan myu bersembunyi lagi dibalik punggungnya.
myu merasa tertekan dengan reuni akbar keluarga dadakan ini.
rasanya sesuatu telah mengoyak kembali luka didalam hatinya.
dia menatap hiro dari balik punggung izmu dengan pandangan nanar.
"oh,ibunya menyayanginya..betapa beruntungnya dia.."
ujarnya dalam hati. bahkan selama 20 tahun ini mereka hidup berdampingan dan ibunya telah berusaha semaksimal mungkin membahagiakan hiro dengan tangannya sendiri.
tanpa menyalahkan takdir yang membuatnya harus repot menjaga hiro.
"kesalahan terbesar dalam hidupku adalah,karena aku melahirkanmu..myu.."
"mommy..tapi aku menyayangimu..bisakah kau memelukku?"
"pergi!aku tak ingin melihatmu..!kau membuatku terkurung disini...kau membuatku tak bisa pergi dengan kamijou-ku!"
bayangan tentang kalimat yang dilontarkan sang ibu menyayat hatinya saat ini. rasanya seperti terjadi perbedaan yang besar dalam hidupnya dan hiro.
ibunya setia menunggu aoi,ayahnya.
berbeda dengan ibu myu yang mengharapkan bebas dari cengkraman kerajaan dan pergi bersama selingkuhannya,kamijou.
selalu ada pelukan hangat untuk hiro dari ibunya.
myu,
jangankan dipeluk. ibunya tak pernah sudi menatapnya terlalu lama.
hiro sangat beruntung,pikir myu.
dan dia tak pernah menginginkan hal itu terjadi..
"aku akan membawanya bersama ku,uru..."
membelalakkan matanya uruha menepis tangan aoi yang berniat menggenggam tangannya.
"apa?berani sekali kau..!tidak..tidak ku izinkan!"
"aku mohon mengertilah uruha..!dia berbahaya saat ini...!dia bisa tanpa sadar membunuh seseorang..!dia butuh latihan,dia butuh mengendalikan emosinya dan hanya kami yang bisa membantunya!"
uruha menangis-lagi- rasa takut mencengkram hatinya mengingat sebentar lagi putra kesayangannya akan dibawa pergi oleh para vampire penghisap darah ini dan mulai dijadikan sebagai salah satu dari mereka.
"tidak...tidak ku izinkan..."
"tega kah kau membiarkan putramu menjadi seorang pembunuh?"
semua orang menoleh kearah asal suara saat ini. munade, vampire yang kemarin menurut hiro sedikit berbeda dari kawanannya itu angkat bicara. sepertinya memang sosoknya akhir-akhir ini mengingatkan hiro kepada seorang motivator tua yang sering muncul di televisi walau pada kenyataannya munade memiliki wajah yang tidak tua sama sekali.
"dia membunuh tanpa sadar,menghisap darah manusia..lambat laun semua akan mengetahui masalah ini..lalu putramu akan dalam kesulitan jika diketahui siapa jati dirinya..
kami hanya membantumu disini.. terserah jika mau diterima atau tidak,yang jelas.. kami akan berjanji untuk membuatnya lebih baik dibawah bimbingan kami..
kami tidak akan menjerumuskannya dengan hal yang tak kau inginkan..
sebagai ganti jika terjadi apa-apa dengan hiro..kau bisa menyiramkan holly water kepadaku dan membiarkan ku mati meleleh karenanya.."
membelalakkan matanya,uruha menatap sosok pemuda vampire yang ada dihadapannya dengan tatapan yang susah digambarkan. mungkin dia akan merasa aman jika menitipkan putranya ketangan orang yang tepat. namun disisi lain rasa takut dan kehilangan mulai mencengkram hatinya.
dia tak ingin hiro jauh darinya.
"tapi aku..."
"percayalah..jika semua lebih baik kami akan menjemputmu ikut bersama kami.."
munade meyakinkan uruha lagi. kali ini sepertinya berhasil, uruha melepaskan pelukan putranya dan meraih tangan munade yang dingin seperti es.
"aku percayakan hiro padamu.."
munade tersenyum senang
"sekarang,hiro..kau mau ikut bersama kami?"
keadaan mulai tenang, hiro memutuskan untuk ikut ke kerajaan chocoretto.
disisi lain disudut ruangan itu,kazamasa- pemuda biasa- yang tak mengerti pembicaraan seluruh orang yang ada diruangan itu mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
rasanya ia tak dibutuhkan ditempat ini. hiro sudah menemukan orang lain yang lebih berguna dibandingkan dia.
kazamasa menatap orang yang bernama munade itu dengan pandangan tidak percaya diri.
perlahan dia mundur,menarik diri dari kerumunan orang disana..
dan berniat pergi
"kazamasa!"
panggil hiro. langkahnya terhenti,kazamasa menoleh kebelakang.
"mau kemana kau?ayo sini..! aku titip ibuku kepadamu ya...!"
seperti mendapat angin surga yang entah dari mana datangnya. kazamasa tersenyum sumringah dan menganggukkan kepalanya senang.
ternyata ia masih dibutuhkan,pikirnya.
namun cerita tidak hanya selesai sampai disini...
kehidupan vampire sebentar lagi akan menunggumu,hiro-sama...
author : Ichijou Yuuga
cast : Chocoretto,Vampire knight chara,Alice nine,The Gazette,Gackt,my self(chara lain akan muncul) special guest : kohara kazamasa (shou alice9),hizaki and kamijou (versailles)
rat : PG 13
genre : adventure,Mystery
disclaimer : Chocoretto is not my own,vampire knight,alice nine,gazette,gackt,versailess is not my own too,but this story is MINE.
author's note : gomen kalau lama update ya...dan dichapter ini it's such little bit drama..so,enjoy it..maaf yang nggak si tag mungkin lupa saya nya...
song while writting : kanon wakeshima- still doll
Tokyo..
dan sebuah lorong sempit tempat takdir membawa hiro sampai ke 'dunia lain' yang kini bagaikan sebuah beban berat yang mengisi kepalanya.
vampire..
sepertinya kata-kata itu selama dua hari ini menjadi topik terhangat sepanjang hidup hiro.
rasanya makhluk penghisap darah yang hanya ada didalam novel dan film ini secara tiba-tiba terealisasikan menjadi wujud-wujud para vampire yang kini masuk kedalam hidupnya.
termasuk dia, Hiro..
" ini daerah rumahku.."
ujar hiro malas di ikuti oleh 'gerombolan' vampire yang masih dengan semangat melangkahkan kakinya di sepanjang jalanan menuju flat hiro.
"wah...!aku ingin melihat bagaimana biasanya manusia itu tinggal!"
pekik myu senang-rasanya barusan saja dia mengamuk dan begitu saja melupakan masalahnya-
"kampungan.."
celetuk hiro kesal tanpa mengalihkan pandangannya kearah jalan yang kini akan membawanya pulang.
"daddy!coba lihat...dia mengatakan kalau aku kampungan!"
myu menggoncang-goncangkan lengan sang ayah yang sepertinya sudah tidak sabar untuk segera tiba dirumah hiro.
"hentikan myu...jangan bertingkah seperti anak kecil.."
myu terdiam,sepertinya saat ini perhatian ayahnya sudah tak lagi sepenuhnya untuknya. myu tersenyum lebar.
"aku mengerti,daddy.."
bisiknya pelan dan menyembunyikan dirinya dibalik tubuh izmu.
membiarkan 'rombongan' vampirenya berjalan mendahuluinya.
menempelkan kedua tangannya dipunggung bodyguard setianya,dia tersenyum miris
"daddy akan segera melupakanku..persis sama seperti dia melupakan mommy..."
===================================================================
menarik napas panjang,hiro mencoba meyakinkan dirinya lagi.
benarkah langkah yang akan dia ambil. menolehkan wajahnya- memperhatikan 'tamu tak diundang' yang sedang menatapnya dengan wajah penasaran- hiro menghela nafasnya sekali lagi sebelum seseorang mendahuluinya dari dalam dengan membuka pintunya..
"HIRO niichan!"
pekik seorang pemuda berwajah cantik yang segera memeluknya dengan erat sampai hiro berteriak agar seseorang menyelamatkannya dari cengkraman pria ini.
"kazamasa!"
"kau kemana saja?!"
jeritnya kesal, raut wajah ketakutan,terharu dan penuh dengan ke legaan menghiasi pertemuan mereka kali ini. tersenyum dengan rasa bersalah, hiro mengacak pelan rambutnya.
"terlalu panjang untuk kau pahami,terlalu panjang untuk kau dengar,kazamasa."
"niichan...!aku akan mendengarkannya..eh...mereka ini...peserta coseplay?"
tunjuk kazamasa kearah para Vampire yang sudah menunggu didepan flat kecil didepan rumah hiro.
"mereka bukan coseplay... kau tidak akan mengerti...ah,maaf jika membuat kalian semua berdiri didepan sini..silahkan masuk,maaf jika rumah ku sangat sempit.."
melangkah masuk kedalam rumahnya. hiro tak mendapati sang ibu berada di ruang tamu sebagaimana biasa ia dapati ketika ia pulang kuliah ataupun part time.
dalam benaknya muncul perasaan bersalah. dia sedang membayangkan jika ibunya sedang berdoa sambil tertidur didepan altar rumahnya karena cemas menanti hiro.
menatap sebuah ruangan yang tertutup sebuah gorden putih, hiro melangkahkan kakinya menuju ruangan itu.
membuka pelan gordennya, dan mendapati sang ibu tertidur dengan posisi melingkar didepan altar kecil dirumahnya.
"ibu.."
panggilnya pelan,menyentuh pundak sang ibu yang bergetar karena hembusan nafasnya yang tertidur.
"ibu...okaeri.."
mengerjapkan matanya, perlahan mata indah itu terbuka..
mendapati sang anak yang ada dihadapannya, ibunya-uruha- berteriak bahagia.
"Tuhan! hiro,kau kemana saja?"
uruha memeluk hiro erat, seolah besok dia takkan pernah lagi bertemu dengan putra semata wayangnya itu.
"ini kisah yang panjang dan menyulitkan,ibu.."
"apa maksudnya?"
melepaskan pelukkannya,mata uruha terpaku kepada sosok lelaki yang berdiri didepan pintu altar di flat kecil keluarga hiro.
dia membelalakkan matanya mendapati orang dimasalalunya muncul secara tiba-tiba dihadapannya.
"aoi...?"
dan sepertinya pertanyaannya kepada hiro barusan akan segera terjawab...
====================================================================
dua orang pemuda berwajah pucat dan berpakaian prajurit melewati sebuah lorong curam di bawah castle kerajaan Chocoretto. dengan membawa sebuah nampan berisi secangkir darah segar terlihat dihidangkan dengan hiasan emas ditiap lapisan cangkirnya. sepertinya tempat gelap dan lembab yang mereka lalui ini jarang dilalui oleh para penghuni istana. tak jauh dari sana terdengar suara sebuah selo yang mengalun indah ditelinga kedua prajurit istana itu.
"hey, Kouki..kau dengar tidak?"
"suara selo itu?aku dengar leda... suara yang dimainkan oleh permaisuri Hiza memang selalu mengalun indah.."
leda dan kouki melangkahkan kakinya mendekat kearah sebuah ruangan berjeruji diujung lorong panjang di ruang bawah tanah istana.
seorang wanita sedang mengalunkan sebuah lagu bersama dengan permainan selo nya yang mengagumkan.
"Hi miss Alice
Anata garasu no me de
Donna yume wo
Mirareru no?
Miirareru no?
Mata atashi
Kokoro ga sakete
Nagare deru
Tsukurotta
Sukima ni sasaru
Kioku tachi
Hi miss Alice
Anata kajitsu no kuchi de
Dare ni ai wo
Nageteru no?
Nageiteru no?
Mou atashi
Kotoba wo tsumugu
Shita no netsu
Samekitte
Mederu outa mo
Utaenai
Still you do not answer
Still you do not answer "
"yang mulia permaisuri..."
suara itu terhenti, dari balik ruangan berjeruji, seorang wanita cantik berpakaian ala wanita eropa abad renainsance itu menatap kedua prajurit kerajaan itu dengan pandangan misterius.
menyunggingkan senyum tipisnya,ia memeluk selo besarnya dengan kedua tangannya.
ia hanya tersenyum.
senyum yang penuh dengan mistery..
senyum yang penuh dengan kebencian..
matanya mengilat tajam, membuat kedua prajurit itu menahan rasa takutnya.
"kami membawakan makanan untuk anda..permaisuri hizaki.."
wnaita itu berhenti tersenyum, ia meeletakkan selo nya begitu saja di lantai dingin disana. kemudian berjalan pelan menuju arah kouki dan leda yang berada diluar jeruji besi yang kini dihuninya..
selama tujuh belas tahun...
wanita itu tersenyum lagi setelah kini berada dihadapan para prajurit itu. kouki mengulurkan tangannya ke arah sebuah celah bersegi empat yang di buat khusus untuk memasukkan makanan kedalam jeruji besi itu tanpa membuka pintunya. kouki mengulurkan tangannya.
BANG!
wanita itu menangkap kasar lengan kouki, membuat kouki tak sengaja tersentak dan menjatuhkan makanannya,tepat didepan wanita yang bernama hizaki itu.
kouki mengeluarkan tangannya dari sana dengan ekspresi keterkejutan yang luar biasa.
"KOUKI!kau menjatuhkan makanannya..!"
teriak leda menepuk dahinya kuat.
"ah...permaisuri hizaki..maafkan aku!"
hizaki hanya tersenyum, dia kemudian menunduk kearah meja tempat tumpahan darah itu. kemudian menjulurkan lidahnya,
menjilati darah yang terus mengalir tumpah di meja itu..
"permaisuri....maafkan aku..."
masih dengan bibirnya yang penuh dengan darah,ia tersenyum.
"maaf aku mengagetkanmu..."
ujarnya pelan, setelah menjilat habis 'makanannya'
"terima kasih makanannya..pergilah.."
"tapi....tapi saya..."
senyum itu kini sirna,digantikan dengan kilatan amarah yang terpancar dari mata biru terangnya.
dengan taring yang mencuat itu ia menghambur kearah jeruji besi itu.
"PERGI KATAKU!"
baru saja dia ingin menhentakkan tangannya di antara palang-palang besi yang berdiri kokoh itu.
hizaki menghentikan tindakannya.
ia ingat tentang apa yang ada didalam besi-besi raksasa itu.
ia ingat ketika terakhir kali ia melakukan hal itu.
seluruh tenaganya hilang, energy listrik yang dialirkan ke besi-besi itu membuatnya tak bisa melakukan apapun.
dengan segera kouki dan leda pergi dari hadapan hizaki.
"kalian semua sama saja....busuk...
kalian semua akan kuhancurkan..."
====================================================================
"aoi...?"
panggil uruha sekali lagi. mereka hanya terdiam selama beberapa saat sebelum hiro memecahkan keheningan yang sedang terjadi.
"ibu mengenalnya?"
uruha hanya menganggukkan kepalanya. rasanya sesuatu baru saja membuatnya seperti orang bodoh saat ini.
"dia ayahku?"
lagi, dengan pertanyaan yang dilontarkan hiro kepadanya membuatnya semakin tak dapat mengatakan apapun. rasanya baru saja dia tertimpa oleh sebuah batu besar yang menghantam langsung kedalam hatinya.
"ibu...?jawab aku.."
"dia...."
kalimat uruha terputus, dia menarik nafas panjang sebelum mengatakan kenyataan yang sebenarnya sudah terungkap beberapa jam yang lalu yang masih saja tidak dipercayai oleh hiro sendiri.
"ayahmu... dia ayahmu.."
rasanya hiro merasakan hal yang sama dengana ibunya saat ini.
bagaimana bisa,
dia seorang yang biasa saja, dari keluarga biasa dan dia merasa tak ada yang istimewa didalam dirinya,ataupun ibunya atau juga orang yang selama dua puluh tahun ini berada disekitarnya.
tapi coba lihat,
ayahnya seorang vampire.
"uruha... sudah lama sekali ya.."
uruha tertawa sarkartis, dia segera beranjak kehadapan orang yang pernah mengisi masa lalunya itu dan menatapnya dengan tatapan tidak senang.
"ya,kau benar. dua puluh tahun...ya,dua puluh tahun kita tidak berjumpa. dan kau...datang dengan seenak jidat menemui ku dan anakku..dan mengatakan 'sudah lama sekali' begitu...?
apa kau masih merasa menjadi seorang ayah?kau ayahnya?apa yang kau kerjakan dua puluh tahun ini?jika kau tidak berpikir tentang semua itu,jangan pernah berpikir kalau putraku itu adalah anakmu..!"
uruha berbicara panjang lebar dengan satu tarikan nafas,rasanya kekesalannya memuncak melihat orang yang ada dihadapannya kali ini.
rasa sakit ditinggalkan selama dua puluh tahun membuatnya enggan berbasa- basi atau menyambut 'suami' nya dengan senyuman.
para penonton- myu,izmu,gackt,munade,sai,kazamasa dan hiro- hanya menatap dengan pandangan bodohnya kearah dua orang yang harusnya melepas rindu itu.
"aku...."
"apa?apa yang akan kau katakan?aku merasa bersalah,maafkan aku.. begitu?bawa pulang maafmu,aku tidak butuh...!dan, oh..apa yang kau lakukan disini sekarang?kau mau mengadakan acara kabaret dirumahku?kemana kau bawa putra ku selama dua hari ini...?kau menyakitinya ya?kau bawa dia ke istana mu itu dan kau...kau telah merubah putraku?ayo katakan sesuatu...!"
"bagaimana bisa aku bicara kalau kau terus mencela pembicaraanku!"
uruha tertawa geli,kemudian raut wajahnya kembali serius.
"aku sudah bisa menebak apa yang kau katakan,jadi kau tidak perlu membuang energy mu untuk mengulangnya! cepat katakan padaku,apa yang sudah kau lakukan kepada hiro!"
uruha berkacak pinggang,semua orang merasa sedang menonton opera atau dorama tv saat ini.
dengan aoi dan uruha sebagai aktor dan aktris utamanya.
dan konflik yang terjadi diantara mereka.
"maaf..ibu,bisa kupotong pembicaraan hangat kalian berdua sementara?
aku hanya ingin bilang selama dua hari ini aku terombang-ambing didalam hidup yang tidak jelas,tidak masuk akal dan seperti dongeng sebelum tidur anak berumur lima tahun..dan ini membuatku mual,dan ternyata setelah tau kalian berdua telah berkumpul lagi...kenapa kalian bertengkar dan tidak memberikan penjelasan kepadaku siapa aku,siapa orang yang mengaku sebagai ayahku ini...dan mengapa aku.....vampire.."
satu kata terakhir yang diucapkan hiro membuat uruha tercengang. sebuah fakta yang sudah dua puluh tahun ini ia simpan rapi didalam otaknya.
sebuah fakta yang ia akan simpan sampai dia mati sekalipun terungkap sudah..
kenyataan bahwa putranya adalah keturunan seorang vampire...
"hiro sayang...ibu... ibu bilang itu tidak benar..."
"jangan berbohong ibu... akulah pembunuh yang akhir-akhir ini menewaskan pelaku kriminal yang akhir-akhir ini marak diberitakan..aku yang menggigitnya..aku vampire ibu..."
rasanya kedua lutut uruha lemas.
dia merasa seperti begitu saja tersedot kedalam alam mimpi dan mimpi ini sangat buruk.
buruk sekali.
"katakan pada ibu, itu semua tidak benar hiro.."
"tapi itu kenyataannya!aku melihatnya sendiri...ah,maksudku bersama izmu!"
sambung myu menambah duduk permasalahan.
"aku vampire kan ibu.... itu sebabnya aku tak pernah bisa tidur dimalam hari,
aku tak pernah suka dengan cahaya matahari dan aku senang dengan darah... iya kan...?"
uruha diam seribu bahasa, dia berharap seseorang memukulnya saat ini. membangunkannya dari mimpinya.
tapi ini bukan mimpi,ini kenyataan.
"bisakah kalian ceritakan kepadaku sekarang tentang siapa aku sebenarnya?aku butuh penjelasan,bukan penyesalan..."
ujar hiro,dia menarik lengan ibunya dan membawanya kedalam pelukannya.
terlihat sekali kalau sang ibu sekarang ini sedang shock berat.
"sebaiknya kita bisa menunggu sampai keadaan sedikit lebih tenang,benarkan?"
gackt menengahi kisah mengharukan pertemuan keluarga itu.
beberapa jam berlalu,sekarang mereka semua sudah berkumpul disebuah ruangan tamu yang berukuran tak lebih besar dari kamar myu di kerajaan chocoretto. mereka menghabiskan waktu menenangkan diri dan pikiran masing-masing disana.
"baiklah hiro... sekarang akan kuberitahu kenyataannya.."
ujar uruha pelan, dia masih berada dipelukan hiro saat ini. tubuhnya mendadak melemah karena terlalu shock memikirkan semua ini.
"iya,ibu..."
"kau adalah putra aoi.. seorang vampire darah murni dari kerajaan chocoretto..."
seolah tidak kaget lagi-karena sejak terperangkap dikerajaan chocoretto,hal ini berulang kali hiro dengar- hiro hanya mengangguk mengerti dan berharap ibunya melanjutkan ceritanya.
"kami menikah 21 tahun yang lalu tanpa mengabaikan status nya yang telah bertunangan di kerajaannya dan mengabaikan siapa jati dirinya sebenarnya..
kami menikah karena saling jatuh cinta, ya.. usia ku masih sangat muda saat itu.. dan aku tak pernah memikirkan dengan detail bagaimana masa depanku...
karena itu... keluargaku yang menentang pernikahan kami mengusirku dari rumah..mereka telah menghapus aku dari ingatan mereka sebagai anggota keluarga..
berapa banyak hal yang sudah ku korbankan..."
menarik nafasnya panjang,uruha menatap wajah aoi yang duduk disebrangnya dengan pandangan yang tidak dapat dijelaskan. kilatan air mata mulai menggenangi mata indahnya sementara aoi,
dia hanya duduk diam,terpaku tanpa bisa mengatakan apapun.
"aoi vampire,itu sebabnya mengapa kau tidak pernah bisa tidur dimalam hari..hiro..
itu sebabnya tanpa tau alasannya kau sangat senang dengan warna merah khususnya darah..
dan itu sebabnya kulitmu lebih pucat dibandingkan teman-temanmu..
dan kau..tampan.. itu cirikhas vampire bukan? penampilan dan pesona yang tidak terelakkan lagi.."
hiro tersenyum.
"ya,vampire memang tampan..llihat saja aku.."
sai memecah keheningan dan mendapat sambutan tatapan kubunuh-kau-setelah-pulang-dari-sini oleh munade.
"kemudian kebahagiaan yang baru saja diraih itu hilang.. ketika kau lahir dan usia mu menginjak 6 bulan tiba-tiba saja aoi menghilang.. dia menghilang begitu saja,aku tak mendapati dia dimanapun..aku sendirian..hanya ada aku yang harus menghidupi putra immortalku sendirian karena ayahnya tidak ada disampingnya lagi..."
ujarnya,kilatan amarah tiba-tiba saja terpancar dari wajah uruha ketika menatap aoi
"biar kuluruskan.. saat itu aku di paksa pulang oleh pihak keluargaku karena aku harus segera
menikahi hizaki dan memberikan keturunan bagi keluarga kerajaan..agar kelak anakku dapat memimpin kerajaan setelah aku.."
aoi melakukan pembelaan diri
"dan meninggalkan keluargamu disini begitu saja?oh..aoi,tahu kah kau betapa sulitnya hidup kami selama 20 tahun kau tinggalkan?kenapa kau tidak pernah berpikir realistis sekali saja dalam hidupmu dan menganggap kami ini lebih berharga dari apapun didunia ini?"
uruha berujuar sarkartis lagi,rasanya dia muak dengan pembelaan aoi yang terang-terangan dan menyudutkan dirinya.
"lihat putraku,dia tidak bersenang-senang seperti yang dilakukan pemuda seusianya..dia bekerja siang malam karena menghidupi keluarga kami..harusnya dia tak melakukan itu..
kau tau,penyesalan terbesar dalam hidupku adalah bertemu denganmu... ya,
dan membuat putra kesayanganku menjadi menderita seperti ini... "
meremat bajunya sendiri,myu menggigit bibirnya pelan. entahlah,perkataan uruha barusan seperti menohok hatinya. izmu hanya menatapnya dengan pandangan iba dan berusaha menutupi ekspresi wajah myu yang sedih dengan membiarkan myu bersembunyi lagi dibalik punggungnya.
myu merasa tertekan dengan reuni akbar keluarga dadakan ini.
rasanya sesuatu telah mengoyak kembali luka didalam hatinya.
dia menatap hiro dari balik punggung izmu dengan pandangan nanar.
"oh,ibunya menyayanginya..betapa beruntungnya dia.."
ujarnya dalam hati. bahkan selama 20 tahun ini mereka hidup berdampingan dan ibunya telah berusaha semaksimal mungkin membahagiakan hiro dengan tangannya sendiri.
tanpa menyalahkan takdir yang membuatnya harus repot menjaga hiro.
"kesalahan terbesar dalam hidupku adalah,karena aku melahirkanmu..myu.."
"mommy..tapi aku menyayangimu..bisakah kau memelukku?"
"pergi!aku tak ingin melihatmu..!kau membuatku terkurung disini...kau membuatku tak bisa pergi dengan kamijou-ku!"
bayangan tentang kalimat yang dilontarkan sang ibu menyayat hatinya saat ini. rasanya seperti terjadi perbedaan yang besar dalam hidupnya dan hiro.
ibunya setia menunggu aoi,ayahnya.
berbeda dengan ibu myu yang mengharapkan bebas dari cengkraman kerajaan dan pergi bersama selingkuhannya,kamijou.
selalu ada pelukan hangat untuk hiro dari ibunya.
myu,
jangankan dipeluk. ibunya tak pernah sudi menatapnya terlalu lama.
hiro sangat beruntung,pikir myu.
dan dia tak pernah menginginkan hal itu terjadi..
"aku akan membawanya bersama ku,uru..."
membelalakkan matanya uruha menepis tangan aoi yang berniat menggenggam tangannya.
"apa?berani sekali kau..!tidak..tidak ku izinkan!"
"aku mohon mengertilah uruha..!dia berbahaya saat ini...!dia bisa tanpa sadar membunuh seseorang..!dia butuh latihan,dia butuh mengendalikan emosinya dan hanya kami yang bisa membantunya!"
uruha menangis-lagi- rasa takut mencengkram hatinya mengingat sebentar lagi putra kesayangannya akan dibawa pergi oleh para vampire penghisap darah ini dan mulai dijadikan sebagai salah satu dari mereka.
"tidak...tidak ku izinkan..."
"tega kah kau membiarkan putramu menjadi seorang pembunuh?"
semua orang menoleh kearah asal suara saat ini. munade, vampire yang kemarin menurut hiro sedikit berbeda dari kawanannya itu angkat bicara. sepertinya memang sosoknya akhir-akhir ini mengingatkan hiro kepada seorang motivator tua yang sering muncul di televisi walau pada kenyataannya munade memiliki wajah yang tidak tua sama sekali.
"dia membunuh tanpa sadar,menghisap darah manusia..lambat laun semua akan mengetahui masalah ini..lalu putramu akan dalam kesulitan jika diketahui siapa jati dirinya..
kami hanya membantumu disini.. terserah jika mau diterima atau tidak,yang jelas.. kami akan berjanji untuk membuatnya lebih baik dibawah bimbingan kami..
kami tidak akan menjerumuskannya dengan hal yang tak kau inginkan..
sebagai ganti jika terjadi apa-apa dengan hiro..kau bisa menyiramkan holly water kepadaku dan membiarkan ku mati meleleh karenanya.."
membelalakkan matanya,uruha menatap sosok pemuda vampire yang ada dihadapannya dengan tatapan yang susah digambarkan. mungkin dia akan merasa aman jika menitipkan putranya ketangan orang yang tepat. namun disisi lain rasa takut dan kehilangan mulai mencengkram hatinya.
dia tak ingin hiro jauh darinya.
"tapi aku..."
"percayalah..jika semua lebih baik kami akan menjemputmu ikut bersama kami.."
munade meyakinkan uruha lagi. kali ini sepertinya berhasil, uruha melepaskan pelukan putranya dan meraih tangan munade yang dingin seperti es.
"aku percayakan hiro padamu.."
munade tersenyum senang
"sekarang,hiro..kau mau ikut bersama kami?"
keadaan mulai tenang, hiro memutuskan untuk ikut ke kerajaan chocoretto.
disisi lain disudut ruangan itu,kazamasa- pemuda biasa- yang tak mengerti pembicaraan seluruh orang yang ada diruangan itu mundur beberapa langkah dari tempatnya berdiri.
rasanya ia tak dibutuhkan ditempat ini. hiro sudah menemukan orang lain yang lebih berguna dibandingkan dia.
kazamasa menatap orang yang bernama munade itu dengan pandangan tidak percaya diri.
perlahan dia mundur,menarik diri dari kerumunan orang disana..
dan berniat pergi
"kazamasa!"
panggil hiro. langkahnya terhenti,kazamasa menoleh kebelakang.
"mau kemana kau?ayo sini..! aku titip ibuku kepadamu ya...!"
seperti mendapat angin surga yang entah dari mana datangnya. kazamasa tersenyum sumringah dan menganggukkan kepalanya senang.
ternyata ia masih dibutuhkan,pikirnya.
namun cerita tidak hanya selesai sampai disini...
kehidupan vampire sebentar lagi akan menunggumu,hiro-sama...
Saturday, September 17, 2011
2011.09.17 Euphoria Fest at Pendopo USU
Subscribe to:
Posts (Atom)





