CHOCORETTO at Reverb nation


Sunday, December 04, 2011

Birthday of Darkness

Birthday of Darkness

Author : Kafudo Kei (Sai no ... *ngarep XDa*)
Chapter : Oneshot
Fandom : Chocoretto and me *narsis* XDa
Pairing : none
Rating : PG-15
Genre : Angst
Disclaimer : The story line is mine, and the chocoretto belongs to chocoheroes ^w^/
a/n : Akhirnya saya kembali lagi >w
setelah lama hiatus dari dunia perfanfican, saya kembali dengan fic bday khusus buat memba choco kesayangan saya *hugs* *ditabok*
akhir-akhir ini saya merasa 'jenuh' sama fanfic. Mo baca aja males, makanya banyak banget daftar fic yang harus dibaca T.Ta. Buat temen2 yang udah ngetagin ffnya ke saya n belum saya coment, gomen, bukannya saya Silent Reader, tapi saya emang belum baca ff-ff kalian jadi saya belum coment >
oia, sebenernya ultah Sai kun tuh tanggal 3 kemarin. Tapi berhubung saya baru dapet wangsitnya hari ini dan langsung selese hari ini juga *eeaa*, jadinya baru bisa dipost sekarang. Gomen telat m(_ _)m
saa, Otanjoubi Omedeto Sai Chocoretto! Wish you all the best and your wishes come true. I hope you'll be glad with this *seneng apanya? Angst gitu ==a*
well, enjoy minna >.^/
Dinginnya malam beradu dengan langkah cepat yang menciptakan desauan angin lembut. Di tengah kegelapan malam yang pekat, tanpa setitikpun sinar bintang yang tampak, pria itu terus menciptakan desir-desir angin yang menyapu helai rambut hitamnya. Jubah hitamnya berkibar-kibar, menebar aroma kematian yang tak berbekas. Sebuah menara tinggi dengan jam raksasa sebagai puncaknya menjadi tempat berlandas pria itu. Secara perlahan ia langkahkan ujung sepatunya ke lantai kayu bangunan tua itu. menyisir sedikit helai rambutnya dan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana. Perlahan dan ragu, ia berjalan ke tepi, dibalik kaca tebal yang menjadi pelindung jam raksasa itu. Penglihatannya yang tajam menatap kosong ke arah sebuah jendela yang masih bersinar terang diantara redupnya kota yang sudah "tidur" itu. Suara tawa yang bahagia dan hangat tertangkap jelas di indera pendengarannya. Matanya masih menatap kosong, pikirannya berusaha mencerna sesuatu yang belum pernah bisa dipahaminya
[111 tahun bukanlah waktu yang singkat untuk hidup. Akan terasa singkat jika kau mengisinya dengan tawa, kebahagiaan, kehangatan, dan..cinta. Tapi jika kau hidup dalam kesendirian yang abadi? Dalam keabadian yang hampa? Bukankah itu akan membuat hatimu mati dan perasaanmu beku? Kata 'sendiri' akan selalu menjadi temanmu dan kata 'hampa' akan menjadi inisialmu. Bukankah itu menyedihkan?]
"terima kasih mama"
suara kecil yang riang itu tertangkap jelas di indera pendengarannya, menembus gendang telinga menuju ke saraf otak dan otot mata. Matanya terus fokus melihat sebuah pesta kecil di tengah malam yang diadakan oleh sebuah keluarga. Sepertinya itu pesta kejutan untuk seorang gadis mungil yang kini wajahnya penuh dengan krim putih dari kue tartnya. Gadis mungil itu tertawa riang, membuka kotak-kotak dengan bungkus berwarna-warni yang diberikan oleh kedua orang tuanya. Pria itu memejamkan mata
"Kau membuatku kaget, Hiro-sama"
seorang pria lain yang baru saja melangkahkan kakinya tersenyum kecil dan mengibaskan rambut yang sedikit menghalangi pandangan. Hiro berjalan mantap ke arah pria itu dan berdiri di sampingnya
"Kaget? Bagaimana bisa kau kaget kalau kau sudah tau kedatanganku, Sai"
Sai, nama vampire knight itu, kembali memandang pesta kecil yang menarik perhatiannya sejak tadi. Melihat Sai yang hanya membisu seperti itu, Hiro pun ikut melihat ke arah pandangan mata Sai
"Apa yang kau risaukan?"
"apa yang sedang mereka lakukan?" tanpa melihat ke arah Hiro, Sai malah melemparkan pertanyaan lain tanpa menjawab pertanyaan Hiro
"Itu, pesta ulang tahun. Kau tidak tahu?"
"Tidak. Untuk apa mereka melakukan hal itu?" Sai agaknya sedikit tertarik. Hiro mengernyit heran, tapi kemudian menjawab pertanyaan Sai lagi
"Ketika tiba di tanggal dan bulan kau lahir, maka usiamu bertambah. Dan bangsa manusia biasanya merayakan hal bodoh itu dengan pesta, kue, dan lilin. Mereka meniup lilin yang diletakkan di atas kue setelah mengucapkan keinginannya di dalam hati. Setelah itu, mereka bertepuk tangan. Konyol"
Hiro tersenyum sinis sambil menyudahi penjelasannya, terus menatap ke arah jendela 'bersinar' itu.
"Kita tidak merayakannya?" Sai bertanya polos
mendengar hal itu, Hiro langsung tertawa terbahak sambil memegangi perutnya. 5 menit lamanya ia tertawa keras sampai-sampai air matanya keluar. Ia baru menyudahi tawanya setelah Sai memalingkan wajah dan mengeluarkan aura membunuh yang dahsyat
"Haha..tenang sai, jangan marah seperti itu. Malam ini bukan jadwal kita untuk berburu. Aku hanya heran kau menanyakan pertanyaan bodoh seperti itu. Memangnya kau manusia rendahan?"
Sai berbalik dan bersandar di dinding, menatap ke arah Hiro yang masih sedikit menahan tawa.
"Tapi bukankah itu menyenangkan? Rasanya hangat ketika melihat cahaya lilin dan wajah bahagia gadis kecil itu"
Secepat kilat Hiro menghantam wajah Sai dengan sangat keras hingga vampire knight itu terjatuh ke lantai. Pipi kirinya retak, membentuk cekungan ke dalam akibat kerasnya pukulan Hiro
"Sejak kapan ada kata 'menyenangkan' dalam kamus vampire? Ingat, kau ini Vampire Knight, Sai! Hatimu mati, perasaanmu beku. Bagaimana bisa kau bilang merasakan kehangatan ketika melihat pesta konyol itu?"
Wajah Hiro tampak merah padam. Jelas sekali kalau Lord Vampire itu sedang sangat marah. Tangannya mengepal dan bergetar, menahan gejolak amarah yang masih ingin dilampiaskannya. Sai bangkit dan memulihkan cekungan di wajahnya. Rasa sakit pasti sangat terasa walaupun ia adalah seorang vampire, vampire knight lebih tepatnya
"Maafkan aku, Hiro-sama" katanya sambil membungkuk
Hiro mendengus dan menepuk kepala Sai yang sedang membungkuk "Jangan pernah mengatakan hal konyol itu lagi di depanku. Kau adalah vampire knight kebanggaanku, tunjukkan sikapmu sebagai vampire knight. Vampire adalah makhluk yang paling sempurna. Ia abadi dan kuat. Tapi kau juga harus menerima konsekuensi di balik kesempurnaan dan keabadian itu. Hatimu mati, perasaanmu beku. Yang ada hanyalah kehampaan yang akan selalu menjadi temanmu. Camkan itu"
Hiro berjalan menjauh dari Sai, melompat ke jendela dan berdiri menantang dinginnya angin malam
"Ayo, kita kembali ke kastil. Aku tidak mau kau menjadi lembek seperti itu. Jangan kecewakan aku"
Sai menurut. Sebagai vampire ciptaan Hiro, tentu ia tak bisa membantah apa kata-kata dari Lord-nya. Ia berjalan mendekati Hiro. Ekor matanya sempat melirik ke arah gadis mungil yang kini sedang bernyanyi bersama ibunya
"Baiklah kalau begitu" Hiro sepertinya mengetahui apa yang Sai lihat, dan wajahnya menunjukkan wajah tak suka
"Besok kita berburu. Dan aku sudah menemukan target untuk perburuan kita besok malam"
Sai sedikit terkejut. Perasaannya yang beku entah kenapa menjadi sedikit was-was
"Baiklah Hiro-sama. Dimana kita akan berburu?"
Hiro turun dari jendela dan melangkah kembali menuju tempatnya bertemu dengan Sai tadi, di belakang kaca besar yang menjadi pelindung jam raksasa yang masih berfungsi itu. Pandangannya lurus, jarinya menunjuk ke arah sebuah jendela yang menjadi pemandangan mereka sejak tadi
"Keluarga itu. Besok kita akan membantai mereka"
Sai terkesiap mendengar kata-kata Hiro. Matanya terbelalak memandang Hiro yang sedang mengamati calon mangsanya dengan mata berkilat-kilat
"Keluarga itu?" tanya sai, menelan ludah
"Ya, kenapa? Kau keberatan?" Hiro tersenyum sinis tanpa mengalihkan perhatiannya dari jendela terang itu
"Ti-tidak Hiro-sama"
"Sepertinya kau masih harus belajar untuk menjadi vampire yang tangguh, Sai. Kau masih lembek. Maka dari itu kau harus memusnahkan apa saja yang bisa membuatmu menjadi lembek, seperti keluarga itu"
Sai hanya terdiam
"Sepertinya manusia pemburu vampire memang sedikit berbeda dengan manusia biasa. Hanya dengan kegiatannya saja bisa membuat seorang vampire knight kesayanganku menjadi lemah"
"Maksudmu, Hiro-sama?" Sai tidak mengerti
"Asal kau tahu, Sai. Mereka-keluarga yang menyedihkan itu- adalah keluarga vampire slayer. Assh...aku tak sabar ingin merasakan darah seorang wanita vampire slayer sekali lagi. Kau belum pernah merasakannya kan, Sai?"
Sai menggeleng pelan
"Setelah dipikir-pikir, hari ini adalah hari dimana aku menciptakanmu. Ah, anggap saja kau sedang berulang tahun hari ini, jika kau ingin disamakan dengan manusia rendahan itu. Karena aku sedang berbaik hati, maka aku akan menghadiahkan gadis kecil itu untukmu"
Sekali lagi Sai terkesiap "a-apa Hiro-sama?"
"Siapkan mentalmu untuk besok. Ingat, kau harus menjadi vampire knight yang tangguh. Jangan kecewakan aku"
Hiro berjalan menjauhi Sai dan memelompat keluar melalui jendela di seberang kaca jam raksasa, meninggalkan Sai sendiri yang kembali termenung dan lagi-lagi memandang ke arah jendela yang kini mulai meredup
Sayup-sayup terdengar nyanyian kecil. Dengan ingatannya yang tajam, Sai meniru lagu yang tadi didengarnya ketika melihat pesta ulang tahun kecil untuk seorang gadis vampire slayer. Matanya terus menatap ke jendela yang sudah 'mati' itu
"Happy birthday to Sai....Happy birthday to me"
owari
a/n : yeay...mou ichido, otanjoubi omedeto Sai kun ^w^/
maaf ya, kei ga bisa ngasih apa-apa. Cuma doa dan fanfic (abal) ini.
Dan buat yang baca, coments are loved X3
jangan lupa coment ya kalo udah baca. Sankyuu >w

Saturday, November 26, 2011

Sunday, November 20, 2011

IT'S ABOUT ANOTHER WORLD (CHAPTER 5)

IT'S ABOUT ANOTHER WORLD (CHAPTER 5)

author : Ichijou yuuga

cast : Chocoretto,versailles,alice nine,vampire knight chara
rat : PG 13
genre : adventure,Mystery
disclaimer : Chocoretto is not my own,vampire knight,alice nine,gazette,gackt,versailess is not my own too,but this story is MINE.



Dunia baru bagi seorang vampire pendatang baru..


"jelaskan padaku tentang sekolah ini.."
tanya hiro kepada munade-sang wakil ketua osis- yang sedang sibuk berkeliling sambil membaca sebuah novel ditangannya. menoleh sebentar kearah hiro yang sedang sibuk mengamati castil yang sebenarnya adalah sekolah para vampire itu, munade berdehem pelan.
"bagian mana yang akan ku jelaskan?"
tanya nya singkat. hiro mencibirkan bibirnya,baru saja dia berpikir bahwa munade orang yang sangat ramah,ternyata pria cantik ini punya sisi lain dari dirinya ketika dia sudah memegang sebuah buku.
ini hari pertama hiro di crescent gakuen. dia dikirim aoi-raja vampire- sekolah disini untuk melatih kemampuan vampirenya serta mengendalikan naluri 'pembunuh' yang ada di dalam dirinya.
hari pertama yang benar-benar menegangkan sepertinya. baru saja dia memasuki gerbang crescent gakuen bersama munade- sang wakil ketua osis sangar yang sibuk dengan novelnya- yang sedari tadi hanya terpaku dengan novelnya dan suasana begitu hening.
"bisakah kau menjelaskan padaku seluruh isi dari crescent?"
mengernyitkan dahinya kesal,munade menutup novel tebalnya. menyimpankannya didalam tasnya dan menarik hiro ikut dengannya,berkeliling.
"jadi kau berapa bersaudara dikeluargamu?"
tanya hiro lagi-memecah keheningan yang diciptakan munade-.
munade menoleh kearah hiro dengan raut wajah heran,namun senyum mengembang dari wajahnya.
"tiga bersaudara..aku,kakakku dan adik perempuanku.."
"benarkah?"
Setelah ber’o’ ria dengan penjelasan munade barusan,sepertinya hiro berpikir jika mengalihkan pembicaraan adalah ide yang tidak buruk saat ini
“hey,novel apa yang kau baca itu?”
Tanya nya memperhatikan novel yang sedang dipegang oleh munade.
“ah..ini karya R.L.STINE.. fear street.. aku suka novel ini..benar-benar menggambarkan kutukan yang turun temurun..”
Jelasnya singkat dan melanjutkan membaca sambil melanjutkan perjalanan hiro hanya menggelengkan kepalanya kesal..
Munade dan Hiro berjalan melewati koridor yang menghubungkan castle crescent dan asrama revenant tempat peristirahatan para vampire disiang hari ketika tidak ada kegiatan belajar dan mengajar. Disaat itu pula mereka berpapasan dengan sesosok makhluk imut dan ‘bodyguardnya’ yang menatap mereka berdua dengan tatapan aneh. Tepatnya myu dan izmu.
Myu menatap hiro dengan pandangan mata tidak bersahabat. Matanya mengilat memancarkan kebencian yang mendalam terhadap ‘saudara’ tirinya itu.
“sedang apa kau disini?”
Tanya nya sarkatis dan langsung pada inti pembicaraan
“bisa kuluruskan,putra mahkota..dia dikirim oleh yang mulia raja untuk belajar disini..”
“tutup mulutmu,aku tidak sedang berbicara kepadamu..tuan penasehat..”
Ujar myu penuh penekanan. Munade hanya tersenyum dan menaikkan bahunya.
“terserah kau ini putra siapa..yang jelas keberadaanmu disini hanyalah sebuah malapetaka..”
Bisik myu kepada hiro yang hanya menatapnya dengan aura yang hampir sama
“aku kira kita masih punya waktu untuk meluruskan masalah ini ya putra mahkota..
Dengar,aku tidak berada dibawah perintahmu.. jadi apapun yang kulakukan,dikirim kemanapun aku..itu bukan urusanmu..”
Desis hiro penuh penekanan. Myu membelalakkan matanya dan memperhatikan punggung hiro yang sudah berjalan mendahuluinya menyusul munade.
“aku benci anak itu..”
Umpatnya kesal sambil menggigit bibirnya sendiri dengan taring miliknya..
“bagaimana bisa aku punya hubungan saudara dengan orang semenyebalkan dia?”
Umpat hiro kesal, menyingsingkan lengan kemejanya keatas dan menghirup udara malam dikota vampire ini dalam-dalam. Keadaan disini tak membuatnya merasa nyaman.
“itu takdir..”
Ujar sai dengan wajah ‘mengejek’ yang dimaksudnya untuk mencairkan suasana.
“tidak lucu,bodoh..”
Sambut hiro memberikan tatapan ‘death glare’ kepada sai yang disambut dengan tanda peace ditangan nya.
“sebenarnya apa yang dia pikirkan…?kenapa dia begitu dingin padaku..”
“dia hanya merasa belum bisa menyesuaikan diri dengan mu,dan kehidupanmu..”
Menatap munade dan sai bergantian,hiro menunjuk dirinya dengan telunjuknya sendiri.
“aku?kehidupanku?bagian mana dari kehidupanku yang istimewa?”
“kau punya kasih sayang yang sangat banyak disekelilingmu,khususnya ibumu..
Dia tak mendapatkan hal yang seperti itu didalam kehidupannya..”
sai memulai ceritanya tentang myu. Orang yang sudah dikenalnya sedari kecil. Munade dan sai adalah dua orang anak bangsawan yang tumbuh kembang bersama sang putra mahkota kecil.
“ibunya ada dimana?”
“jika kau tanyakan hal ini kepadanya,kau akan dibunuhnya..mommynya,yah..begitulah dia memanggilnya, ada didasar castle istana ini..”
Masih penuh mistery,penjelasan sai benar-benar membuat orang penasaran. Hiro dengan pandangan antusias mendengarkan pembicaraan sai.
“dasar castle?ruang bawah tanah?sedang apa dia disana?”
“dia gila… sehingga dia harus dikurung didalam jeruji besi itu..mungkin untuk selamanya..
penyebabnya sangat dramatis.. dia berselingkuh dengan seorang vampire bangsawan lainnya dari kerajaan Pilharmonic quinted bernama kamijou..kamijou adalah kekasihnya sebelum dia dijodohkan dengan paksa bersama yang mulia aoi…ketika mengandung myu,permaisuri hizaki dan kamijou dipaksa berpisah.. kamijou dibunuh.. dadanya ditancapkan pasak besi dan kini dia terbaring disebuah coffin yang disimpan didalam kerajaan dan hanya segelintir orang saja yang tau dimana keberadaan coffin itu..hizaki-hime juga ingin menyusulnya..namun hal itu dicegah pihak kerajaan karena kehamilannya..
Sejak saat itulah dia menganggap..keberadaan janin yang dikandungnya itu adalah sebuah penghalang cinta baginya dan kamijou… Karena itu, hizaki-hime begitu membenci myu…seberapa sayangnya myu kepadanya..dia tak pernah peduli..dia tetap memandang myu penuh dengan kebencian..”
“mom…”
panggil myu. dia tersenyum lebar dihadapan hizaki diruangan sempit ruang bawah tanah tempat hizaki berada saat ini,sementara izmu hanya berdiri dibelakangnya,menatap pertemuan ibu dan anak ini dengan pandangan datar. hizaki Menatap anaknya dengan pandangan sarkartis-seperti biasa-
“mau apa datang kesini?ingin menertawakan ketidak berdayaanku,begitu kan?”
“kenapa mommy bicara seperti itu..aku bawakan sesuatu..”
myu mengulurkan selimut tebal kearah ibunya.
“buang saja,aku tidak butuh…”
“jangan seperti itu,nanti bisa sakit..”
“PERGI SANA!AKU TIDAK BUTUH!”
Terkejut,myu menjatuh kan selimut tebalnya dan menatap ibunya dengan mata yang berkaca-kaca.
“benarkah ibu yang telah melahirkanku adalah kamu?kenapa mommy memperlakukanku seperti ini..”
“karena melahirkanmu adalah kesalahan terbesar dalam hidupku…karena kau aku terkurung disini..itu karena mu,myu..karena mu!”
Masih menatap ibunya dengan pandangan mata yang berkaca-kaca, myu menundukkan kepalanya.
“apa yang bisa kulakukan untukmu,agar kau berhenti membenciku,mom…?”
Karena pernyataan myu barusan,hizaki mendapatkan sebuah ide brilliant diotak nya.
Ide yang kejam yang bisa membuatnya terbebas dari jeruji ini..
Dan kembali bersama kamijou..
Ya,
Kamijou..
“kau sayang mommy?”
myu menganggukkan kepalanya
“kalau begitu Bantu mommy keluar dari sini sayang, mereka…kerajaan yang menyebabkan mommy seperti ini..dan kau harus membenci mereka..
Benci mereka hingga kedasar hatimu..
Benci mereka dan buat mereka menyesal telah mengurung ibumu disini,sayang..





Lakukan apapun untuk mommy..
buktikan kalau kau mencintaiku, ibumu..
Setelah aku keluar dari sini,kau akan tau betapa besar kasih sayangku kepadamu..”
Seolah-olah myu telah dirasuki oleh kekuatan iblis..
Atau karena terlalu besar keinginannya untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu,dia menjadi gelap mata.
Menatap ibunya sambil tersenyum manis, myu mengangguk paham.
“wakatteiru,mommy..”




Mempercepat langkahnya menuju myu yang sedang berjalan mengitari kamarnya sendiri sambil memikirkan rencana pertamanya menghancurkan kerajaan,izmu menarik bahu myu dan menatapnya dengan pandangan serius.
“katakan kalau semua ini bohong…rencana bodohmu untuk menghancurkan kerajaan..”
“bohong?ini memang rencanaku..”
Menggoncang-goncangkan tubuh myu kedepan dan belakang,izmu masih tidak percaya bahwa ‘tuan’ nya akan melakukan tindakan sebodoh itu untuk mendapatkan kasih sayang seorang ibu
“kau hanya diperalat!dia melakukan semua itu agar bisa keluar dari sana dan menghancurkan kerajaan ini untuk kembali kepada kekasihnya,bukan untuk bersama mu..!apa kau tidak memikirkan siapa orang yang sudah merawatmu?ayahmu?teman-temanmu?”
“haaaa…itu urusanmu?dengar, mereka kan sudah punya penggantiku..yang lebih hebat,lebih kuat dari ku.. jadi untuk apa lagi aku disini?hanya untuk menyaksikan bagaimana kasih sayang mereka semua kepada hiro?kalau kau tidak suka..kau pergi saja bersama mereka,biar aku sendiri yang….”
Plak!.
Suara tamparan yang lumayan keras menggema di kamar milik sang putra mahkota,myu.
Dan yang melakukan hal itu adalah orang yang selama ini menjaganya dengan baik. Butlernya sendiri,izmu.
“kau..memukulku..izmu…”
ujar myu geram,menggertakkan giginya,taringnya menyembul dari keluar,izmu mengeluarkan sesuatu dari jasnya.
Sebuah pistol pembasmi vampire,miliknya dulu.
Myu membelalakkan matanya.
“lakukan,lakukan itu dan kau akan selesai ditanganku,myu…”
“kau akan membunuhku?”
myu menatap izmu dengan pandangan sendu nya. Pandangan yang selalu bisa membuat izmu menyerah.
“jika kau bertindak sesuai keinginan ibumu..aku akan membunuhmu..”
“dan membuatmu sendirian lagi,izmu?”
izmu tercekat.
Myu semakin maju kehadapannya
“kau akan sendirian.. tak kan ada yang menemanimu.. kau sendirian,seperti ibuku..”
Myu semakin menatap izmu dengan pandangan memelasnya. Membuat izmu semakin enggan untuk menarik pelatuk itu.
“aku…aku hanya tak ingin kau menyesal pada akhirnya!”
“aku tau apa yang kulakukan..tenang saja..tidak apa,serahkan semuanya kepadaku..
Aku bisa menanganinya…”
Izmu mengangkat pistol itu,kali ini mengarahkannya tepat ke wajah myu
“dan kau melupakan segala kebaikan yang mulia raja dan juga penghuni istana hanya untuk permintaan perempuan itu?”
“dia ibuku!kau tidak tau rasanya menjadi seperti aku!”
Tanpa mengendurkan pegangannya pada pistol itu izmu menatap mata myu sekali lagi.
Tak ada kebohongan disana,dia bisa merasakan sakitnya menjadi myu..
Dia tau rasanya,
Menjadi myu itu sangat sulit.
Izmu menurunkan senjatanya,dia beranjak keluar.
“pikirkan lagi keputusan itu myu,pikirkan lah ayahmu yang sudah bersusah payah menyelamatkan kerajaan ini..”
Ujarnya beranjak pergi dari kamar myu dan membiarkan myu sendirian memikirkan jalan mana yang harus diambilnya.
Mata myu menerawang keatas langit-langit kamarnya, myu sedang berpikir keras.
Dia ingin menyelamatkan ibunya,dia ingin membuktikan kepada hizaki betapa sayangnya myu kepadanya. Hanya itu yang ada dibenaknya saat ini.
“myu ….”
Suara itu sayup terdengar olehnya, sekarang pikirannya menerawang jauh ke memory masa lampaunya..
Disaat tubuhnya masih sangat kecil..
Disaat pipi gembul manisnya masih menghiasinya..
Memory masa lampau yang kini kembali tergali dalam ingatannya..
FLASH BACK
“tuan muda,sebaiknya anda tidak berada disini saat ini..”
Usul kaname, menggendong myu pergi dari ruang pertemuan keluarga kerajaan
“kenapa kaname?apa yang terjadi..?”
Tanya myu dengan wajah polosnya. Kaname hanya tersenyum dan memeluk tubuh kecilnya.
“ibumu sebentar lagi…”
“LEPASKAN AKU!”
teriak seorang wanita yang saat ini sedang di tarik paksa oleh para pengawal istana. My menoleh,samar-samar dia melihat sosok wanita itu.
Dia adalah ibunya..
Ibu yang membencinya,ibu yang dia sayangi..
Hizaki, hizaki yang sedang di kawal dan di seret paksa oleh para pengawal ‘vampire’ istana.
“yang mulia, kami telah berhasil menangkap permaisuri yang mencoba untuk mencuri peti mati kamijou untuk dibangkitkan kembali..”
“baiklah..sekarang biarkan aku yang bicara dengannya…”
Pandangan mata aoi mengilat,rasanya dia akan mencabik hizaki saat ini jika ia lupa kalau hizakilah yang melahirkan anaknya,putra kesayangannya.
“kau…ingin berkhianat dan membangkitkan kekasih mu itu?”
Tanya aoi bernada sarkartis,hizaki hanya menatapnya dengan pandangan muak.
“karena hanya itu yang ku inginkan..”
“dan menghancurkan keluarga ini?”
hizaki tertawa puas
“lantas apa peduli ku?sejak awal aku tak ingin berada disini,bersama mu, dan melahirkan makhluk itu..aku tak pernah mencintaimu..”
“kau pikir aku mencintaimu?kau hanya berpikir hanya hidupmu yang hancur?picik sekali pikiranmu?sekarang kau akan bangkitkan dia dan membuat kesepakatan untuk menghancurkan kerajaan ini?kau berpikir aku sebodoh itu…?”
Aoi mencengkram kerah gaun yang dikenakan hizaki dan membisikkan sesuatu dengannya
“aku tak ingin mengotori tanganku dengan menyiksamu.. tapi perbuatanmu ini memang tak termaafkan,
Sebagai ganti dari kesalahan besarmu.. kau akan ku kurung diruang bawah tanah…
Seumur hidupmu..hizaki..”
Rasanya seperti melihat sebuah adegan film. Myu menyaksikan ibunya di seret paksa keruang bawah tanah. Ia segera melompat turun dan berlari mengejar ibunya. Dengan tangan kecilnya dia meraih gaun sang ibu dan memeluknya. Merasakan hangatnya dengan uraian air mata.
“jangan bawa mommy ku..!”
“pergi…!ini semua kesalahanmu,jika aku tak melahirkanmu aku takkan pernah berada ditempat ini,aku akan bahagia bersama kamijou..!”
seperti sebuah petir yang menyambarnya, myu terdiam di tempatnya berdiri saat ini. Menyaksikan ibunya di bawa pergi didepan matanya.
Ia menangisi nya..
Menangisi ibunya yang membencinya..
Mengutuk dirinya,
Karena kehadirannya lah maka ibunya bisa menjadi seperti ini..
Lalu kemudian, suara langkah kali perlahan menghampirinya. Memeluknya hangat.
“myu..”
“daddy…”
Aoi, dia memeluk myu erat. Membawanya ke gendongannya.
“kau masih punya daddy kan.. daddy menyayangimu…akan menyayangimu melebihi kasih sayang mommy manapun.. karena itu kau tidak boleh bersedih…”
Myu bangkit dari coffin kesayangannya.. rasa bersalah mulai meliputi hatinya.
Benar, sejak awal memang dia selalu bersama dengan ayahnya. Bukan ibunya yang selama ini memberikan kebahagiaan untuknya. Tetapi ayahnya sendiri.
Ayahnya yang menggantikan sang ibu yang membencinya.
“daddy…daddy..”
Panggilnya dengan berurai air mata. Dia berlari,menghambur keluar kamar dan melewati lorong-lorong istana yang sedikit redup cahayanya. Dia ingin memeluk ayahnya,
Memastikan sekali lagi kalau keputusan yang baru saja diambilnya untuk membebaskan hizaki adalah kesalahan besar.
Dia ingin bertemu dengan ayahnya dan meminta maaf untuk pikiran bodohnya..
Dia tau kalau ayahnya sangat menyayanginya..
Dan sekarang myu sampai di depan pintu singgasana ayahnya.
Entah apa yang membuatnya merasa tak sabar dan ingin sekali memeluk ayahnya sekarang..
Perlahan myu menarik nafasnya, mendorong pintu yang telah ribuan kali ia lewati itu dan dia akan menghambur kepelukan daddy tercintanya…
Kriiiiit…
Pintu itu terbuka..
“hiro,bagaimana pelajaranmu tadi?”
“aku sudah bisa berlatih untuk mengendalikan kekuatanku ayah,aku sudah mulai bisa berburu binatang buas bersama munade tadi!”
Tawa seseorang yang dia kenal menghentikan langkahnya.
Myu menghentikan langkahnya karena di dalam ruangan ini sudah ada yang lebih dulu menemui ayahnya,
Dan orang itu bukan dia..
“wah..kau cerdas hiro, mungkin suatu saat kau bisa menjadi pemimpin yang baik!”
Dia melihat daddy-nya sedang mengelus rambut orang lain dihadapannya.
Orang yang katanya kakak laki-lakinya..
Dan orang yang akan menggantikan kedudukkannya..
Orang yang sudah menggeser tempatnya.
Myu berjalan mundur, tanpa menutup pintunya lagi dia melangkah pelan menjauh dari ruangan itu.
Daddy tercintanya sudah menemukan orang baru..
Sudah menemukan pengganti dirinya yang baru..
“aku tidak dibutuhkan..”
bisiknya pelan, rasanya seolah-olah dia sedang ditimpa oleh batu yang beratnya ribuan ton.
Orang yang baru hitungan hari menjadi anggota keluarga kerajaan ini sekarang sudah merebut hati ayahnya.
Menggantikan dirinya yang sekarang tersisihkan..
“lantas,untuk apa lagi aku disini…?”
Myu melangkah kan kakinya dengan marah yang mengepul dikepalanya.
Bahkan lampu-lampu dinding mulai pecah ketika ia berjalan melewati lampu-lampu koridor istana.
Matanya mengilat marah.
Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah satu..
“mommy,I’m coming..for you..”
TBC
*AAAA…tsukareta..akhirnya udah chap 5 juga..
Yaa…chap berikut kayaknya udah mulai perang2an nih…*